Feature

Calonarang Pura Dalem Agung (Kepuh) Koripan Tengah, Banjarangkan, Klungkung - Part 2 BONDRES

Rabu, 21 Jul 2021

Calonarang Pura Dalem Agung (Kepuh) Koripan Tengah, Banjarangkan, Klungkung

Part 1 :  https://www.youtube.com/watch?v=eFd_3nWgOrc
Part 2 :  https://www.youtube.com/watch?v=ib1cJqbkTWU
Part 3 :  https://www.youtube.com/watch?v=Of-DRTWY-xk

Videographer : Teja

video terkait

Sanggar Cudamani Menyelenggarakan Cudamani Festival 2022 di Museum Puri Lukisan Ubud

Sanggar Cudamani menyelenggarakan Cudamani Festival yang ke empat di Museum Puri Lukisan Ubud pada Sabtu (23/07/2022) hingga minggu (24/07/22).Berbeda dengan festival sebelum-sebelumnya kali ini selain pelaksanaannya memilih tempat diluar Pondok Sanggar Cudamani juga fesival kali ini penampil tidak hanya remaja dan dewasa namun juga lebih memberi kesempatan kepada anak-anak untuk tampil menunjukan hasil latihannya.Selain memberi kesempatan untuk anak didik Festival ini juga bertujuan sebagai ajang penggalangan dana dimana hasil dari penjualan tiket masuk serta makanan akan digunakan untuk berbagai kegiatan Sanggar Cudamani.Festival dibuka pada pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA terlihat antusias pengunjung yang datang dari berbagai rentang usia juga mulai dari  Warga negara asing hingga domestik dimana festival ini menyuguhkan berbagai hal menarik seperti pertujukan gamelan, tarian, dan juga berbagai jenis makanan.Sekitar 200 anggota sanggar yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga dewasa sebagai penabuh maupun penari. Selain itu orang tua dari anak-anak juga ikut terlibat dalam membantu kelancaran terselenggaranya Cudamani Festival ini.Museum Puri lukisan Ubud dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena tempat yang masih sangat alami dimana pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan seni duduk langsung dirumput, selain itu dari pihak museum puri lukisan ubud juga sanggat mendukung kegiatan, kemudian juga untuk meningkatkan minat banyak orang ke museum.Dewa Putu Berata Pendiri sanggar Cudamani Berharap kedepannya Sanggar Cudamani dapat melaksanakan berbagai kegiatan dengan lebih baik lagi, serta meminta dukungan dan doa masyarakat untuk mengembangkan Sanggar Cudamani melestarikan Seni dan budaya Bali dengan sungguh-sungguh.

Pesta Kesenian Bali - PKB XLIV 2022, Calonarang 'Madri Duta', Sanggar Seni Calonarang (GABOS) Desa Bongkasa Badung

Pada masa kejayaan Prabu Erlangga sebagai raja di kerajan Daha, ada salah satu keinginnannya untuk mempersunting anak dari Calonarang yang bernama Diah Ratna Manggali. Parasnya sangat cantik nan ayu, tuturnya alus dan kelakuannya baik sekali. Sangat berbeda dengan ibunya Calonarang, dia adalah seorang pengganut ilmu hitam pemuja setia Dewi Durga yg sangat kejam. Sangat banyak masyarakat yang menjadi korban kekejamannya, untuk memuaskan nafsu dan keganasannya dalam mempelajari ilmu hitam tersebut.Mulai dari orang tua, remaja, anak- anak, bahkan balita masih lahirpun tidak luput dijadikan tumbal olehnya.Oleh karena itu terjadilah polemik di kerajaan Daha. Banyak masyarakat yang tidak setuju dengan keputusan sang raja yang ingin mempersunting anak dari calonarang tersebut. Maka dari itu diadakanlah rapat antara petinggi- petinggi dari kerajaan, yang menghasilkan keputusan untuk membatalkan lamaran sang raja yang sudah beliau ucapkan sebelumnya kepada Calonarang. Keputusan tersebut di tuangkan kedalam surat dan salah satu patih Erlangga yang bernama Rakrean Madri sebagai pengantarnya.Kedatangan Madri membawa surat tersebut ke Dirah dimana tempat Calonarang tinggal. Dibatalkannya pernikahan tersebut membuat harga dirinya terhina sehingga dia sangat murka, sehingga calonarang berjanji akan menghancurkan kerajaan Daha. Pengampunan kepada Rakrean Madri terlontar untuknya, mengingat bahwa dia adalah seorang utusan. Namun pengampunan tersebut tidak terindahkan oleh murid calonarang yang bernama Ni Rarung, yang menghadang Rakrean Madri di tengah jalan sehingga pertarunganpun tidak terhindarkan. Dalam pertarungan tersebut Ni Rarung dengan kekuatan ilmu hitamnya berubah wujud menjadi seekor Garuda Raksasa, sehingga membuat Rakrean Madri terbunuh.