Feature

Wariskan Pengetahuan Melalui Buku Gamelan Gambang Kwanji Sempidi

Selasa, 15 Sep 2020

Gamelan gambang dikenal sebagai sebuah seni karawitan Bali yang digunakan untuk mengiringi upacara atau ritual religi di Bali. Gamelan yang berbeda dari gamelan pada umumnya ini memiliki keunikan historis tersendiri, dengan adanya ukiran atau relief tentang gamelan gambang ini di Candi Penataran, Jawa Timur yang diperkirakan dibuat pada abad ke-9. Namun, semakin menuju era yang lebih modern, lebih sedikit generasi muda yang mempelajari tentang gamelan ini.

Berbekal keinginan untuk melanjutkan warisan budaya ini, I Nyoman Mariyana SSn MSn, seorang akademisi dan praktisi dalam kesenian karawitan Bali menerbitkan sebuah buku berjudul Gamelan Gambang Kwanji Sempidi: Kajian Sejarah, Musikalitas, dan Fungsi yang terbit pada Juni 2020 lalu, yang momennya bertepatan dengan Rahina Tumpek Wayang.

Reporter : Yulia
Videographer : Ngurah Ebi

Artikel selengkapnya : https://bit.ly/2Zb3s0v

Tutorial Gamelan Gambang Sanggar Seni Kebo Iwa :
https://www.youtube.com/channel/UCHiJU24B98csNNjno0Pgbnw

video terkait

Lomba Balaganjur Pesta Kesenian Bali - PKB XLIV 2022 - Duta Kabupaten Klungkung, Sanggar Seni Baswaram

Komposer : I Wayan Situbanda, S.snKoreografer : Anak Agung Dalem Segara Putra, S.snKonseptor : Drs. I Dewa Gede Alit SaputraKoordinator : Putu Bayu Priyanka Labha, S.HBalaganjur Kabupaten Klungkung "BULAK BANGSING"Menampa misteri tak kasat mata. Mengantar peradaban manusia agar tetap percaya, adalah keniscayaan rasa yang mesti dikedepankan. Lalu bersimpuh di altar maya stana Ida Ratu Nyoman, kemudian melahirkan Bulak Bangsing. Bulak Bangsing, tidak semata berkutat pada perpaduan dua kata untuk ketemu makna. Sejatinya ia adalah inspirasi semesta atas srada anak manusia, sebagai pemantik lahirnya fibrasi energi melodi, yang terangkai dalam kemasan gending baleganjur berjudul “Bulak Bangsing”. Bulak berarti genangan mata air Bangsing, selain berarti juntaian akar yang keluar dari ranting pohon, juga merujuk kepada kemuliaan kesucian bagian Dasaksara, Bang dan Sing. Bang adalah pamurtian tirta kamandalu sebagai air kehidupan, dan sing adalah hati manusia yang punya rasa. Eksplorasi rasa untuk selalu memuliakan anugrah air kehidupan inilah kemudian tertuang dan diterjemahkan dalam gending baleganjur, yang sarat dengan aura angker sesuai karakter pelinggih Ida Ratu Nyoman diatas sebuah bulakan mata air beratap juntaian bangsing. Ketika kesunyian menyelinap, menyembul suara air dalam riak kecil, tersapuh pawana mengusik dahan seolah ciptakan percakapan alam . Sejenak tenang kemudian merayap menjadi blabur bandang, tergantung seberapa pekanya manusia mensykuri sebuah anugrah. Semuanya tercermin lewat teknik permainan alat yang sengaja ditata, sebagai representasi nyata situasi bulak bangsing diarea pelinggih Ida Ratu Nyoman. Selain harmoni gemuruh permainan kendang dan cengceng, perpaduan olah vokal penabuh yang mengisyaratkan ajakan untuk selalu memuliakan air juga kental dalam gending ini. Ditambah pola-pola eksperimen olah suara pada riong dengan cara yang tidak biasa, semakin menguatkan cipta karsa dan getaran pembaruan atas sebuah keberanian mengungkap rasa. Sekaligus rasa hormat dan bhakti terhadap anugrah air kehidupan, yang dinyatakan melalui gending Baleganjur. Seperti tersirat dalam kutipan lontar Purwa Bhumi Kamulan :Manira anugraha ri kita bumi kamulanAngriptaning wresti udan uriping parajanaTumerusing lwah tan pegatanBhisamanku maka titahing HyangArtinya :Aku telah menganurahkan awal adanya bumiMenciptakan hujan untuk kehidupan manusiaBegitu juga aliran sungai tak pernah berhentiItulah keputusanku sebagai sang pencipta#pestakesenianbali #PKBXLIV #PKB2022 #Balaganjur #Baleganjur #LombaBalaganjur #LombaBaleganjur #Tabuh #TabuhKreasi #KarawitanBali