News

Demo 'Penikmat Cuan Rakyat' Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Gelar Orasi di Depan Gedung DPRD Bali

Selasa, 23 Nov 2021

Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Bali menggelar orasi di depan Gedung DPRD Bali, Jalan Dr Kusuma Atmaja, Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (22/11/2021).

Aksi demo diawali long march pukul 09.30 Wita dari parkir timur Lapangan Renon dengan membawa beberapa spanduk salah satunya bertuliskan ‘Segera Periksa Duo Cukong Penikmat Cuan Rakyat’ melewati Jalan Raya Puputan. Rombongan mahasiswa sempat melakukan orasi, baca puisi, dan bernyanyi di depan monumen Bajra Sandhi. Lanjut kembali long march menuju gedung wakil rakyat Bali.

Reporter : Suryadi
Videographer : Wayan Arfian
Artikel selengkapnya : https://bit.ly/3cC225c

video terkait

'ALIANSI BALI JENGAH' Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Pemberantasan Mafia Migas Hingga Soal Otonomi Khusus Papua

Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, masyarakat dan komunitas yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Bali Jengah, turun ke jalan dan berunjuk rasa di jalan kawasan kampus Universitas Udayana Denpasar untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (10/9/2022) sore. Dalam aksi yang berlangsung  mulai pukul 16.00 sampai 17.30 Wita, massa memulai aksinya dari depan kampus Universitas Udayana, dengan berjalan kaki, dan sebagian lainnya menuntun sepeda motor sebagai perumpamaan kesulitan rakyat terhadap naiknya harga BBM. Mereka menuju perempatan Jalan Raya Sudirman, lanjut ke Jalan Dewi Sartika samping Mall Robinson dan berakhir saat penyampaian orasi di mimbar bebas yang berada di samping halte bus kampus Unud Sudirman. Mimbar bebas ini merupakan bentuk solidaritas mereka kepada masyarakat dalam menyikapi kenaikan harga BBM khususnya, serta menyikapi juga beberapa permasalahan di Indonesia yang tentunya berdampak buruk bagi masyarakat kecil.Dalam poin tuntutanya, mereka menuntut pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM, mendesak presiden untuk mengevaluasi BPH Migas dan memberantas mafia migas, menolak  pemangkasan upah buruh dan Undang Undang Cipta Kerja, mendesak Presiden untuk tuntaskan kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Selain itu mereka mendesak Presiden untuk menarik aparat dan mencabut otonomi khusus jilid 2 di tanah Papua, dan menolak kebijakan ekonomi yang menguntungkan investor yang  mengabaikan hak rakyat pada perhelatan G-20, serta mendesak presiden untuk menghapus pasal bermasalah yang mengancam demokrasi dan hak asasi manusia.Reporter : WilliVideographer : Wayan ArfianArtikel selengkapnya : http://bit.ly/3cZauiU